Senin, 22 Februari 2016

Berburu Beasiswa: Menulis Supporting Statement

Dalam application form beasiswa selalu termuat sejumlah pertanyaan penuntun untuk menggali alasan kita melamar beasiswa. 

Biasanya kita harus menulis sebuah essay atau supporting statement. Ini adalah komponen penting yang mendorong panitia seleksi untuk melirik kita, sehingga perlu ada suatu tulisan yang benar-benar menjual.


(Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash)

Sebuah tulisan yang matang tidak bisa dihasilkan dengan sistem kebut semalam atau sepekan, apalagi bagi kita yang tidak terbiasa menulis.

Bahasa tulis relatif lebih sulit daripada bahasa lisan, apalagi untuk tujuan menarik perhatian panitia seleksi beasiswa. Tim seleksi tidak mengenal siapa kita sehingga kita harus pandai-pandai dalam menarik perhatian mereka. Pola penulisan harus diusahakan mengalur agar enak dibaca dan dipahami, serta isi tulisan harus fokus menjawab pertanyaan yang disampaikan.

Berikut ini, beberapa tips menulis aplikasi beasiswa, ini bukan sebuah pola standar tapi semoga bisa membantu terutama bagi kita yang tidak terbiasa menulis.

#1. Buat perencanaan sebelum menulis
Jika sungguh buntu darimana kita harus mulai menulis sementara kita sudah penuh ide, maka perencanaan seperti membuat kerangka penulisan atau mind mapping akan sangat berguna.

Tulis saja semua ide yang ada di kepala kita.

Untuk lebih fokus, baca berulang kali pertanyaan yang diajukan, misalnya how you choose your proposed course and university? Inti pertanyaannya adalah proses sehingga kita sampai menentukan pilihan kita. Informasi dalam tulisan harus tentang itu.

Biasanya proses memilih terkait dengan sejumlah pertimbangan yang mendasari pilihan-pilihan kita. Kita bisa memulai dari pilihan kita apa.

Misalnya, saya berencana mengambil S2 kesehatan lingkungan, terutama kesehatan di lingkungan kerja karena saya bekerja untuk memberikan pelatihan terkait hal itu, latar belakang pendidikan sebelumnya mendukung (misalnya S1 kesehatan masyarakat dan D3 kesehatan lingkungan). Saya punya pengalaman kerja dan ingin mengembangkan diri untuk berkontribusi lebih karena ada sejumlah persoalan A, B, C, yang mendorong saya untuk menemukan solusi. Demi tujuan itu, saya mulai mengunjungi website dari sejumlah universitas-universitas dan mencari program yang suitable dengan kebutuhan saya. Lalu saya memilih universitas X dan Y karena memenuhi kebutuhan saya. 

Buat saja sebanyak mungkin perencanaan lalu kumpulkan point-point yang bisa digabung dalam satu paragraf. Dengan demikian kita telah mencoba menggorganisasi secara sistematis jawaban kita.  


#2. Mulai menulis
Biasanya jika kerangka penulisan sudah baik, proses menulis jadi lebih mudah.

Sekali fokus pada pertanyaan, maka jawaban kita tidak akan melenceng. Jangan memberikan informasi tambahan yang tidak perlu.

Demi alur yang baik, usahakan ada kaitan antar kalimat. Normalnya, satu paragraf terdiri dari satu kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama bisa di awal paragraf lalu disusul kalimat penjelas atau di akhir paragraf setelah sejumlah kalimat penjelas. Pastikan hal ini ketika menulis. Usahakan kita menulis sebaik kita menerangkan sesuatu secara lisan kepada orang lain. 

Jaga agar emosi kita stabil, dalam artian begini, jangan sampai kebergairahan kita dalam menyampaikan ide menutup keteraturan kita dalam berbahasa. Emosi yang tidak terkendali bisa menghasilkan tulisan yang menguasai kita secara emosional tapi menjadi penjelasan amburadul yang dibaca orang lain.

Menulis ibaratnya membuat sebuah kalung manik-manik. Ide-ide ibarat manik-manik. Orang mungkin tertarik pada manik-manik tapi seratus manik-manik yang tersebar di atas meja tidak lebih menarik daripada ketika semua dirangkai menjadi sesuatu.

Seni menulis seperti seni merangkai manik-manik. Kita harus menyambungnya dengan tali (dalam hal ini misalnya pilih kata penyambung yang sesuai untuk mengaitkan ide), dan membuat suatu pola yang menarik (organisasi kalimat yang baik). Asal-asalan dalam merangkai manik–manik menjadi kalung akan berakhir dengan membuat orang melihat sebuah kalung, tapi improvisasi bentuk akan membuat orang kagum pada kalung yang tak biasa. Demikian, sebuah tulisan menarik para pembaca.
Posisikan diri kita sebagai penulis yang ingin menerangkan sesuatu pada seseorang yang demikian awam, sehingga kita butuh kehati-hatian dalam memilih kata dan mengorganisasi kalimat.

Perhatikan syarat penulisan, seperti jumlah kata dan jumlah karakter. Bila ada ketentuan jumlah kata dan karakter, rujuklah ke jumlah karakter, bisa jadi jumlah kata kita belum mencapai batas maksimum tapi karakternya telah terlampaui. Periksa selalu ini. Untuk lamaran yang disampaikan lewat sebuah sistem online ketentuan ini mempengaruhi apakah berkas lamaran kita bisa diterima sistem atau tidak.


#3. Pengendapan
Biasanya usai menulis, kita selalu puas karena telah berhasil menyelesaikan sesuatu.

Tapi jangan langsung percaya diri.

Endapkan tulisan itu beberapa lama sebelum diteliti kembali. Ini memberi ruang bagi emosi kita untuk mengambil jarak dari hasil yang membuat kita bergairah. Setelah kita cukup tentram, ambil kembali tulisan itu dan baca kembali untuk memastikan tulisan kita sungguh menjawab tujuan penulisan tersebut.


#4. Swaediting
Begitu membaca kembali, periksa kembali tanda baca dan efisiensi penggunaan kata dalam kalimat.

Dalam bahasa asing, grammar dan vocabulary wajib diperhatikan. Jangan sampai ada error. Tulisan pendek yang padat dan berisi jauh lebih baik daripada tulisan yang panjang tapi bertele-tele.

Evaluasi, apakah kita cukup mengerti dengan tulisan kita, jika kita merasa tidak mengerti dan tidak merasa tertarik, apalagi orang lain yang membacanya. Pastikan berulang kali bahwa tulisan itu sungguh adalah tulisan yang dapat dimengerti dan menarik untuk dibaca.


#5. Minta koreksi dari orang lain
Jangan malu memberi tulisan kita untuk dibaca orang lain.

Temukan orang yang cukup kompeten untuk membaca tulisan kita dan memberi koreksi yang bermanfaat bagi penyempurnaan tulisan kita. 


Closing Statement
Tuntutan menulis menjadi penting dalam proses melamar beasiswa karena merupakan bagian yang menunjukkan keseriusan kita dalam berburu beasiswa. Jadi, selamat berjuang dan good luck!